TEMANGGUNG - Pagi yang sejuk di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro menjadi latar khidmat bagi para prajurit Kodim 0706/Temanggung dalam meneguhkan komitmen pengabdian kepada bangsa. Di Lapangan Makodim, Senin (27/04/2026), upacara bendera mingguan digelar dengan penuh disiplin, menghadirkan suasana sakral di bawah kibaran Merah Putih.
Barisan prajurit berdiri tegap, menyatu dalam irama langkah dan komando yang terukur. Upacara yang rutin dilaksanakan setiap awal pekan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata pembinaan mental, disiplin, serta penguatan jati diri prajurit teritorial.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Danramil 03/Parakan Kapten Arm Safarodin memimpin jalannya prosesi dengan penuh wibawa. Sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Danramil 08/Kandangan Letda Inf Budiyanto, didampingi Kapten Cba Dilli Yudha sebagai Perwira Upacara. Seluruh rangkaian kegiatan didukung oleh personel Koramil 10/Pringsurat yang menjalankan tugas secara profesional.
Dalam keterangannya, Kapten Arm Safarodin menegaskan bahwa upacara bendera memiliki makna strategis bagi pembinaan prajurit.

“Upacara ini menjadi sarana komunikasi pimpinan dalam menyampaikan kebijakan, sekaligus momen refleksi untuk memperkuat loyalitas dan dedikasi setiap prajurit kepada bangsa dan negara, ” ujarnya usai pelaksanaan upacara.
Kegiatan tersebut diikuti secara lengkap oleh seluruh unsur di lingkungan Kodim 0706/Temanggung, mulai dari perwira, bintara, tamtama hingga pegawai negeri sipil (PNS). Setiap tahapan, mulai dari penghormatan pasukan hingga pengibaran bendera Merah Putih dan pembacaan Pancasila, berlangsung tertib dan penuh makna.

Di tengah dinamika tugas kewilayahan yang semakin kompleks, upacara bendera menjadi pengingat penting akan tanggung jawab sebagai prajurit teritorial. Momen hening saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang menjadi penguat moral sebelum para prajurit kembali menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Bagi Kodim 0706/Temanggung, konsistensi dalam menjaga tradisi upacara adalah bagian dari upaya membentuk karakter prajurit yang tidak hanya disiplin, tetapi juga humanis dalam menjalankan tugas pembinaan wilayah.
Di bawah langit Temanggung yang teduh, upacara pagi itu menjadi simbol bahwa loyalitas, disiplin, dan pengabdian tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kedaulatan serta stabilitas di wilayah.
(Agung)
