2.000 Warga dan TNI Bersatu Lawan Pendangkalan Irigasi Soropadan

    2.000 Warga dan TNI Bersatu Lawan Pendangkalan Irigasi Soropadan

    TEMANGGUNG - Gemuruh semangat terasa di Dusun Klebakan dan Krajan I, Desa Soropadan, Minggu (25/01/2026). Lebih dari 2.000 orang, dari masyarakat hingga prajurit TNI, bersatu padu dalam sebuah misi vital: menyelamatkan aliran air yang menjadi denyut nadi kehidupan pertanian setempat. Aksi Gerakan Gotong Royong Penanganan Sedimentasi sepanjang 5 kilometer ini bukan sekadar kegiatan biasa, melainkan perjuangan nyata demi kedaulatan pangan.

    Komando Distrik Militer (Kodim) 0706/Temanggung memimpin langsung upaya mulia ini. Kapten Caj Endarko Susilo, mewakili Komandan Kodim 0706/Temanggung Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.Han., menegaskan komitmen TNI.

    "Keterlibatan TNI di sini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata kami dalam mengawal ketahanan pangan nasional dari akarnya, " ujarnya.

    Saluran Irigasi Soropadan adalah urat nadi bagi para petani di wilayah Pringsurat. Namun, timbunan sedimen yang terus menggunung perlahan mengancam kelancaran distribusi air, membuat para petani resah. "Pagi ini kita bersama kurang lebih 2.000 warga melakukan normalisasi sepanjang 5 kilometer. Target kita jelas: irigasi harus lancar agar kebutuhan air petani, baik untuk sawah maupun ladang, terpenuhi tanpa kendala, " tegas Kapten Caj Endarko Susilo di sela-sela kesibukan.

    Ia menambahkan, pengerukan lumpur dan restorasi aliran ini memiliki dampak berantai yang sangat krusial. Selain mengembalikan kapasitas tampung air untuk mencegah potensi banjir saat musim hujan, langkah ini juga berupaya memulihkan ekosistem perairan yang terganggu akibat pendangkalan.

    Kegiatan akbar yang mengusung tema "Menjaga Irigasi, Mensukseskan Ketahanan Pangan: Dari Daerah Irigasi Soropadan untuk Indonesia" ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Temanggung, Agus Setiawan, S.E. Kehadiran jajaran DPRD, Dinas Pertanian Provinsi, PUSDATARI, hingga BSDA PROBOLO menjadi saksi bisu betapa pentingnya urusan air sebagai sumber kedaulatan yang membutuhkan kolaborasi semua pihak.

    Bupati Agus Setiawan tak lupa menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif luar biasa yang melibatkan TNI dan ribuan warga. Ia memandang sinergi antara Kodim 0706/Temanggung dengan Forkopincam serta berbagai dinas terkait sebagai model ideal dalam menangani persoalan infrastruktur pertanian secara partisipatif.

    Bagi personel TNI, keterlibatan dalam penanganan sedimentasi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari tugas operasi militer selain perang (OMSP), khususnya dalam mendukung pemerintah daerah. Dengan kelancaran arus irigasi, harapan besar tersemat untuk peningkatan produktivitas pertanian di Soropadan, yang pada akhirnya akan kian kokoh memposisikan Temanggung sebagai salah satu lumbung pangan andalan di Jawa Tengah.

    Seiring teriknya matahari, tumpukan sedimen yang berhasil diangkat mulai terlihat menggunung di tepian saluran. Aliran air yang tadinya tersendat kini mulai mengalir lebih deras, menjadi simbol harapan baru bagi ribuan petani yang menggantungkan hidupnya pada setiap tetesan air dari Irigasi Soropadan.

    irigasi kedaulatan pangan gotong royong tni ad pertanian temanggung
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    Primkop Kartika B-03 Perkuat Ekonomi Prajurit...

    Artikel Berikutnya

    Kepala Rutan Temanggung Pastikan Keamanan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Rancangan UU Disinformasi Ancaman Kebebasan Berekspresi?
    Kepala Rutan Temanggung Pastikan Keamanan dan Program Ketahanan Pangan Berjalan Lancar dengan Terjun Langsung Keliling Brandgang
    Primkop Kartika B-03 Perkuat Ekonomi Prajurit di Tengah Badai Ekonomi Global
    Dandim Temanggung Perkuat Ekonomi Desa Lewat KDKMP di Evaluasi Nasional
    PA3KN DPR Gelar Workshop Penulisan Karya Ilmiah Kebijakan untuk Penguatan Analisis APBN

    Ikuti Kami