TEMANGGUNG - Dalam upaya memantapkan langkah menuju modernisasi militer di tahun 2026, Kodim 0706/Temanggung menggelar sebuah pertemuan krusial. Acara ini menjadi penanda dimulainya perencanaan strategis yang berfokus pada transparansi dan peningkatan profesionalisme di kalangan prajurit. Seluruh jajaran Perwira Staf dan Komandan Rayon Militer (Danramil) diundang untuk mengikuti sesi Video Conference (Vicon) Taklimat Awal Penyampaian Program Kerja dan Anggaran (Progjagar) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dilangsungkan di Ruang Vicon Makodim Temanggung pada Selasa, 20 Januari 2026.
Pertemuan strategis berskala nasional ini dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa. Melalui Vicon ini, seluruh satuan TNI Angkatan Darat di Indonesia mendapatkan arahan terpusat untuk menyelaraskan visi operasional dengan prinsip efisiensi dalam penggunaan anggaran negara. Ini adalah momen penting untuk memastikan keselarasan langkah di seluruh penjuru negeri.

Dalam arahannya, Wakasad menekankan bahwa Progjagar 2026 bukanlah sekadar rutinitas administratif semata. Lebih dari itu, ia merupakan instrumen vital yang dirancang untuk memastikan setiap rupiah dukungan dari negara memberikan dampak maksimal, baik dalam peningkatan kesiapan tempur maupun dalam pengabdian tulus kepada masyarakat di berbagai wilayah.
Usai mengikuti kegiatan tersebut, Komandan Kodim 0706/Temanggung, Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.Han., menegaskan komitmen satuannya untuk mengimplementasikan arahan dari pimpinan TNI AD dengan menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas.
"Taklimat awal ini adalah 'kompas' bagi kami di kewilayahan. Di tahun 2026 ini, Kodim 0706/Temanggung berkomitmen untuk memastikan setiap program kerja, mulai dari pembinaan teritorial hingga kesejahteraan prajurit, berjalan tepat sasaran dan transparan. Kami ingin anggaran negara ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Temanggung melalui kehadiran TNI yang solutif, " ujar Letkol Inf Hermawan.
Beliau juga menambahkan bahwa sinergi dan sinkronisasi antara tingkat pusat dan daerah sangatlah krusial. Hal ini penting untuk menghindari adanya duplikasi anggaran dan secara bersamaan meningkatkan efektivitas kinerja di lapangan.
"Kami akan segera melakukan akselerasi dan koordinasi internal agar seluruh Danramil dan staf memahami poin-poin krusial dalam Progjagar TA 2026 ini. Profesionalisme diawali dari perencanaan yang matang dan pelaporan yang jujur, " pungkasnya.
