TEMANGGUNG - Semangat membara untuk menggerakkan kembali roda ekonomi desa terpancar dari Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Desa Mranggen Tengah, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Selasa, (28/4/2026). Momen ini menjadi penanda kebangkitan bagi koperasi yang sempat limbung akibat hantaman pandemi Covid-19.
Forum penting ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Mranggen Tengah, Rokhiman, dan dihadiri pula oleh Babinsa Koramil 03 Parakan, Koptu Reko Budiyono, jajaran pengurus, para anggota koperasi, serta warga setempat. Suasana rapat terasa hidup dan dinamis, dengan agenda utama yang berfokus pada penataan ulang struktur organisasi dan perumusan strategi bisnis yang lebih kokoh untuk masa depan.

Dalam pidatonya, Rokhiman tak sungkan mengakui betapa pandemi sempat melumpuhkan aktivitas koperasi. Namun, ia dengan tegas menyampaikan bahwa keterpurukan tersebut tak boleh menjadi alasan untuk menghentikan langkah maju.
“Kita memang sempat terhenti akibat pandemi, tetapi ini saatnya bangkit. Dengan kepengurusan baru dan semangat kolektif, koperasi harus kembali menjadi penggerak ekonomi warga, ” tegas Rokhiman.
Ia juga menekankan perlunya berinovasi di tengah segala keterbatasan, termasuk tantangan geografis desa yang dinilai kurang strategis. Menurut pandangannya, jajaran pengurus koperasi dituntut untuk mampu beradaptasi dengan zaman yang terus berubah, termasuk merangkul teknologi digital demi meningkatkan efektivitas operasional dan mutu pelayanan.
“Pengelolaan koperasi ke depan harus lebih profesional. Pengurus perlu menguasai teknologi, minimal komputerisasi, agar mampu bersaing dan berkembang, ” tambahnya.
Dalam forum tersebut, proses pemilihan pengurus baru juga telah dilaksanakan, dengan harapan besar mereka mampu membawa perubahan yang berarti. Rokhiman menggarisbawahi pentingnya pengurus yang memiliki kompetensi dan independensi, serta tidak merangkap jabatan dalam struktur pemerintahan desa.

Di sisi lain, Babinsa Mranggen Tengah, Koptu Reko Budiyono, menyatakan dukungan penuhnya terhadap upaya kebangkitan koperasi ini. Ia melihat peran aktif masyarakat sebagai kunci utama dalam menjaga keberlangsungan koperasi sebagai modal bersama.
“Koperasi ini milik warga. Dukungan, partisipasi, dan pengawasan dari masyarakat sangat dibutuhkan agar pengelolaannya berjalan transparan dan benar-benar memberi manfaat, ” ujarnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan yang baru dan adanya komitmen kuat dari seluruh elemen, Koperasi Desa Mranggen Tengah kini menatap masa depan yang lebih cerah, bertekad untuk kembali menjadi lokomotif penggerak ekonomi lokal yang lebih modern, mandiri, dan berdaya saing.
(Agung)
